Negeriku kaya tapi ga punya duit


Dulu waktu jaman masih sekolahan SD sampe SMA kan bapak dan ibu guruku selalu bilang Indonesia negara kaya akan sumber daya alam baik itu bebatuan mineral  maupun minyak dan gas alam serta energi seperti panas bumi dan sebagainya.  Setelah ‘ngamen’  muter-muter  teritorial NKRI-ku  yang tercinta ini ternyata pernyataan bapak dan ibu guru jaman sekolahan itu ga sepenuhnya bener.

Di Indonesia kebutuhan masyarakat akan minyak bumi meningkat setiap tahunnya seiring dengan semakin majunya pembangunan dan daya beli masyarakat . Contoh kecil aja , setiap tahun jumlah kendaraan bermotor di Indonesia meningkat signifikan, nah… peningkatan ini linear dengan kebutuhan BBM yang bersumber dari minyak bumi pada umumnya, walaupun sudah beberapa kendaraan mulai menggunakan gas sebagai bahan bakarnya tapi jumlahnya ga terlalu signifikan. NKRI-ku yang tercinta ini saat ini adalah salah satu pengimport minyak bumi dunia karena kapasitas lifting minyak pertahunnya ga cukup untuk mengakomodir kebutuhan BBM dalam negri. Saat ini hanya tinggal beberapa lapangan minyak saja yang masih produktif yang tersebar di provinsi Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan lepas pantai pulau Jawa,  Sumatera , Kalimantan dan laut Natuna.  Untuk itu pemerintah lewat PERTAMINA sedang giat-giatnya mencari lapangan minyak baru.

Salah satu lapangan minyak baru di Indonesia menurut para geologist terdapat di laut dalam Selat Makasar.  Awal tahun lalu aku berkesempatan ‘ngamen’ di kapal  pengeboran milik US yang namanya USS GSF Explorer yang udah sekitar dua tahun wara-wiri di Selat Makasar. Dari percakapan ringan dengan Mud Engineer yang sudah ikut explorasi itu dari awal sampai saat ini belum ketemu reservoir yang ekonomis di selat makasar, hadeh…. bisa dibayangkan bakalan berapa ya.. harga bahan bakar di SPBU dalam beberapa tahun kedepan jika pemerintah belum bisa menemukan lapangan minyak baru. Jadi… mulai sekarang sepertinya…kita semua harus mencoba untuk lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar…  ( mulai deh.. sok bijak.. =)) ).

Gugusan pegunungan di Papua Barat

Dari provinsi paling ujung Indonesia ada cerita yang membanggakan sekaligus miris. Provinsi Papua Barat yang terdiri dari gugusan pegunungan yang tinggi dengan geografis yang ekstrim punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah khususnya bahan mineral . Pembangunan infrastruktur di daerah yang geografisnya ekstrim tentunya sangat mahal dan ga mudah. Oleh karena itu pemerintah Indonesia saat itu menggandeng  Freeport McMoran Copper and Gold sebagai investor pada saat itu untuk menanamkan investasi jutaan US$  karena  Pemerintah pada saat itu dan sampai saat inipun ga punya teknologi dan modal untuk pengolahan. Sejak tahun 1970-an mereka beroperasi membangun infrastruktur pengolahan batu menjadi pasir (consentrat). Dan pasir itu di export kemudian dipisahkan menjadi berbagai macam logam yang punya nilai ekonomis tinggi selain tembaga dan emas. Seandainya diolah di Indonesia tentunya devisa negara lebih banyak lagi, celakanya pemerintah ga bisa berbuat apa-apa karena perusahaan mining ituh di back up ama pemerintah US, yang buat miris … dari eksploitasi bahan tambang di Papua Barat itu adalah pembagian keuntungan antara Pemerintah Indonesia dan Freeport, ternyata NKRI hanya dapat 1 % dari penjualan emas Freeport, ..hmmmm ini siapa yang salah ya..masa’ kita yang punya sumber daya alam cuma dapat segitu, baru belakangaan ini aja .. Pemerintah minta royaltinya di naikkan menjadi 3,75 % , kata Wakil Menteri ESDM, Rubi Rubiandini di portal berita KONTAN, udah mencapai kesepakatan dan mudah-mudahan aja bener, walopun ga ngerasain langsung , ya.. paling ga devisa  NKRI-ku yang tercinta ini bakal bertambah.

Tembaga Pura

 

Alam menanggung akibatnya

Hijaunya panorama

Semoga..aja… ongkos pendidikan di negeri ini makin murah dan dominasi asing  di sektor pengolahan sumber daya alam sedikit demi sedikit berkurang supaya pengamalan pasal 33 UUD 1945 jadi bener-bener untuk kemakmuran rakyat.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: