Ada apa di 2011


Baiklah setelah beberapa saat rumah mayaku ini ga pernah disentuh karena terlalu sibuk cari makan ( maksudnya ber’kuli’ ), maka sebelum nulis harus ada ritual bersih-bersih dulu *ambil sapu, bersihin sararang laba-laba yang udah banyak* :p .

Cerita soal tahun yang baru aja lewat ada banyak cerita seru dan perjuangan dalam urusan kerjaan, friendship dan relationship tentunya. Walaupun ga semuanya seru ada juga sedihnya sik.. karena ada beberapa berita duka soal beberapa saudara dan teman yang dipanggil Sang Kuasa lebih dahulu, semoga mereka dapet tempat yang layak di sisi NYA.

Salah satu hal yang mewarnai lembaran hidupku tahun lalu adalah beberapa pengalaman baru di dunia automation control bidang yang jadi tempat aku nyari makan selama ini, baik dari sisi teknikal atau non-teknikal ( ngatasin deg-degan tiap kali commissioning device baru ). Ketemu orang-orang baru dari background yang berbeda dan di tempat-tempat yang berbeda pula… maklum jadi pedagang keliling yang harus menjajakan dagangannya, sambil ngetuk pintu rumah orang dan berharap orang membeli daganganku 😀 . Udah dulu cerita soal aku cari makannya ah.. :p .

Satu hal lagi yang paling ‘ngehe’ 2011 adalah makin sulitnya aku melepaskan diri dari hiruk pikuknya timeline di twitter tiap harinya terutama di saat prime time yaitu jam 06.00 – 09.00 AM , 11.00 AM – 01.00 PM, dan 07.00 PM – tengah malam, woiyyy itu prime time versi aku ya’ , dilarang protes :p . Makin hari makin rame aja dunia kicau-kicau itu dan seleksi alam terhadap akun-akun anonym dan beberapa akun sarcasm dan annoying emang terbukti seiring makin tuanya social media yang satu itu, karena pengguna sekarang menurut pengamatanku sik ( ajiye.. ajiye… sok jadi pengamat banget ya :p ) makin bijak dan makin selektif dalam memilih siapa yang mereka ikutin dan tidak. Pengguna twiiter di Indonesia yang awalnya di dominasi kalangan dewasa ( usia 20 – 40-an ) mulai diinvasi oleh para ‘ABeGe’ yang ditandain dengan ‘tanda pagar’ mereka yang sering menjadi trending topic terutama di Jakarta dan Bandung sebagai 2 kota yang paling banyak dihuni pengguna social media yang satu itu. Tidak seperti tahun 2010 dimana akun-akun yang sering bercerita tentang hal-hal di balik layar tentang pemerintah dan hal-hal yang berhubungan dengan birokrasi, intelegen, dan yang sejenisnya menjadi favorit tapi 2011 orang-orang justru akun-akun yang punya selera humor baik tapi bukan anonym..lagi-lagi itu juga kata aku sik ya.. Puncaknya tahun 2011 diadakan Social Media Festival 2011 di FX senayan, dan tentu saja aku ikutan aheeuy…dan ketemu ama duo mba’-mba’ ngerumpi mba’ Astri dan Mba’ Devi , di even itu juga aku ketemu teman-teman dari yang selama ini berinteraksi denganku di dunia maya. Ups.. di 2011 juga aku dapet voucher konsultasi keuangan gratis dari mamih – mamih ceriwis @mrshananto gegara ikutan survey 30 hari mencatat pengeluaran 😀 , dan outputnya aku jadi ngeh ternyata pengaturan keuangan itu penting banget kalau ga mau tiap bulan cash bon di kantor :D, makasih ceceu…

Eh..iya  ada cerita seru yang lain di tahun itu soal jelajah nusantara, ya…. walaupun baru seputaran Indonesia aja dan itupun sebagian besar Indonesia barat dan tengah tapi lumayanlah buat pengalaman dan bahan cerita ke anak cucu nanti :p . baiklah cerita di mulai dari propinsi paling barat sumatera (jreng.. jreng..) dimana hampir semua penduduk  di kota itu menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari walaupun di Ibukota propinsi yang sungguh saudara-saudara… aku ga ngerti sama sekali, berbeda dengan propinsi yang secara geografis berada di bawahnya seperti Sum Ut, Sum Bar dan Riau yang jadi tempat persinggahanku di pulau sumatera berikutnya, aku masih bisa mengerti main topic yang mereka bicarakan hehehhe. Soal masakan daerah yang jadi hal pertama yang aku cari begitu sampai di kota-kota yang jadi tempat persinggahan kesimpulannya cuma satu, hampir semuanya masakan di daerah-daerah di Pulau sumatera pedes. Kalau cerita di Indonesia tengah seperti Kal Tim, dan Kal Sel umumnya lebih kurang sama dan banyak di dominasi makanan sungai dan laut, mungkin karena letak geografisnya di pinggir laut. Kalau jawa seputaran ya ga usah di certain orang-orang juga udah pada tau cita rasanya bagaimana hehhehe :p. Dan.. cerita jelajah negri tahun 2011 ditutup dengan seminggu di tengah laut diatas kapal tanker yang di tambatkan di laut Natuna, milik sebuah tukang minyak asal Houston, US. Saran aku sik ya …kalau mau melancong ke laut maka siapkan salep kulit dan obat anti alergi buat jaga-jaga seandainya kulit kita ga cocok dengan air bersih yang di pakai buat MCK di sana, karena umumnya air bersih di kapal adalah hasil penyulingan air laut, yang kalau ga cocok dengan kulit kita berakibat alergi dan gatel yang cukup bikin BT seharian.

Tahun lalu 2011 bagiku merupakan tahun yang penuh makna dimana banyak pelajaran berharga baik yang aku dapet sendiri mau aku petik dari orang lain ( ye..bahasanya, Lu kate buah di petik 🙂 ) . Terima kasih temen-temen di dunia nyata dan dunia maya yang selama berinteraksi denganku, terima kasih banget buat mentorku yang rela digangguin istirahatnya kalau aku telpon saat minta support kalau lagi ada masalah di field, makasih Bapak…. udah mau ngajarin aku yang otaknya mentok ini 😀 . Semoga 2012 lebih assoy dari tahun sebelumnya dan makin banyak lagi pengalaman dan pelajaran yang bisa aku dapet. O iya… semoga bisa ke Celebes island tahun ini :D.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: