Green Campaign


Tulisan kali ini sedikit cerita seputar  penghijauan kembali lahan yang rusak akibat pemberian Hak Pengelolaan Hutan untuk Industri  oleh pemerintah yang berkuasa  di era  sebelum tahun 2000-an, dewasa  ini seluruh pemerhati lingkungan hidup di seluruh dunia mulai mengkampanyekan perlindungan ekosistem hayati dengan judul yang berbeda tapi menurutku intinya tetap sama seperti Stop Global Warming, Climate Exchange Campaign atau Green Campaign untuk merehabilitasi  dan menekan tingkat  kerusakan hutan di negara-negara di seluruh dunia terutama asia yang digadang-gadang sebagai paru-paru dunia.

Kadang-kadang aku juga heran kenapa  hutan di asia  yang di gadang-gadang sebagai paru-paru dunia,  seolah-olah hutan itu cuma ada di Asia ( Indonesia ) padahal negara-negara di benua  Amerika, Afrika, Eropa maupun Australia juga punya kawasan yang bisa ditumbuhin pepohonan untuk mendukung ekosistem hayati, tapi ya sudahlah… kita akhiri saja ‘big question mark’ ituh 😀 .

Nah…., beberapa waktu lalu temen-temen dari corporate communication department  di company tempatku bekerja sama dengan Green Radio 89.2 FM mengadakan kegiatan Green Campaign dengan tema ‘Adopt a tree Green Campaign @ PTSI ’ yang inti acaranya adalah penanaman bibit pohon di taman nasional Gunung Gede Pangrango sekitaran Bogor, yang lokasinya  ga terlalu jauh dari Jakarta (The Macet City) . Setelah disepakati hari dan tanggal pelaksaannya oleh penyelenggara dan Green FM yang ditunjuk sebagai ‘pengelola’ hutan lindung maka…. sabtu,tanggal  9 Juli 2011 dipilih sebagai hari dan tanggal yang tepat.

Setelah dilakukan registrasi ulang  ternyata jumlah peserta yang ambil bagian cuma 30 orang aja,dari ekspektasi sekitar  50 orang,  jadi ya.. gitu deh.. tapi berhubung the show must go on maka aku dan temen-temen  berangkat dari Jakarta sekitar jam 7.30 pagi dengan bis sewaan yang berlogo ‘burung besar’. Perjalanan memakan waktu cukup panjaaang dan laaaamaaa ( biar kaya’ iklan choki- choki :p ). Sebenarnya jarak ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sik ga terlalu jauh cuma… banyak kendaraan yang menuju Puncak saat akhir pekan  jadi ya..macetnya lumayan lah.

Setelah bermacet-macet ria , menjelang  tengah hari rombongan kami baru sampai di kawasan taman nasional .Setelah istirahat dan streching sebentar  maka barulah aja para photographer kambuhan dan model-modelnya yang juga kambuhan ( ga etis kalo di bilang rada narsis ) berpose untuk bernarsis ria  hehehehe . Setelah pose-pose untuk majalah yang entah kapan terbitnya dan entah apa judulnya barulah rombongan kami memulai hiking menuju lokasi  melewati jalur terjal dan berbahaya yang cukup membahayakan jiwa (drama banget deh, padahal cuma jalan setapak aja hehehhe). Perjalanan dari bawah ke kaki gunung lebih kurang satu setengah  jam, bukan karena jaraknya yang jauh tapi karena banyak berhentinya, gara-gara napas rombongan kami udah ‘ngap-ngapan’ ngelewatin jalan tanjakan.

Setelah sampai di tempat pos peristirahatan yang dikelola Green Radio, nafsu makan pun bergelora akibat hiking maka kami memutuskan untuk istirahat sejenak menghabiskan ransum makan siang dan ritual ‘laporan vertical ke Sang Khalik’ (biar relijius dikit hehhehe ) dan..tentu saja foto-foto lagi.. Sekitar jam  14.00 siang setelah mendapatkan briefing singkat tentang rute perjalanan dari temen-temen Green Radio barulah kami beranjak menuju lokasi penanaman pohon yang ga terlalu jauh dari tempat peristirahatan.

Sesampainya di lokasi penamanan temen-temen dari Green Radio menjelaskan tata cara penanaman yang benar dan kami diserahin target penamanan sekitar 300 bibit pohon dari beberapa  species. Setelah mendengarkan petatah petitih dari ketua rombongan sebagai perwakilan company maka  rombongan kami dengan semangat 45 langsung deh..mengambil bibit pohon untuk bahan pose di depan kamera photographer kambuhan.. hheheheh, setelah itu barulah menuju lubang-lubang tempat penanaman yang sudah di sediakan oleh pihak panitia penyelenggara. Proses penanaman berlangsung sekitar 2 jam dan selanjutnya rombongan kami kembali ke pos peristirahatan untuk membersihkan segala pernak pernik  sebelum kembali ke bis menuju Jakarta lagi. Walaupun melelahkan karena harus melewati tanjakan yang cukup lumayan buat orang yang udah lama atau ga pernah (lagi) hiking tapi cukup menyenangkan dan udara pegunungan yang segar bener-bener bikin ketagihan.

Satuhal yang bisa aku petik dari kegiatan hari sabtu lalu itu adalah sebenarnya banyak cara untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi kelangsungan ekosistem hayati di Negri ini, daripada harus berkoar-koar  kritak- kritik soal penyelengara negara dan badan legislative yang tingkahnya makin menyesakkan dada dan tentu saja mengabiskan energi saja. Jadi….. come on Youth Indonesian do something positive for Ur Country 😉 .

Inilah saat para photographer dan model kambuhan sedang beraksi

Istirahat dulu ngambil napas *hosh hosh hosh*

Naik naik ke puncak Gunung tinggi tinggi sekali 😉

Mengahabiskan ransum akibat kelelahan yang amat sangat #Drama :))

Pada sok serius nih meratiin, padahal kan ya..lagi pada mikirin pose selanjutnya gaya apa

Ini dia penanaman perdana

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: