Twitter the fenomenal Socmed


Fenomena social media (socmed) yang satu ini kalau menurutku emang paling dasyat sejak aku join, beda dengan di social media lainnya yang pernah ada. Friendster adalah socmed yang pertama aku kenal,kemudian munculah berbagai socmed yang mengikutinya belakangan seperti multiply, facebook, tumblr,posterous dan yag lainnya itu yang produk asing lho,kalau yang produk lokal belakangan muncul koprol yang sudah engagement dengan yahoo.

Bicara soal twitter, socmed yang satu ini emang paling interaktif di banding facebook dan pendahulunya yang sudah booming duluan. Twitter yang merupakan microbloging dan dibatasi 140 karakter di gunakan orang untuk berbagi informasi yang sangat update, bahkan beberapa perusahaan media cetak dan TV memanfaatkan socmed ini untuk menginformasikan tentang hal-hal yang teraktual, diantaranya : detik , kompas, metrotv dan masih banyak lagi. Beberapa perusahaan selain media juga memanfaatkan media ini untuk promosi produk perusahaan mereka seperti : telkomsel,air asia dan masih banyak lagi.

Di twitter semua orang bebas berbicara dan berpendapat sesuai apa yang ada dikepala mereka saat itu. Tapi jangan salah ngetwit lho karena sangking kritisnya orang-orang di socmed ini terkadang salah penulisan kata atau pemilihan kata langsung dapat kritik pedas atau bahasa lainnya “mention pedes” dari user lainnya atau bahkan jadi bulan-bulanan AKA “di bullying sekampung twitter” .

Dulu ada Motivator terkenal di indonesia yang ngetwit sesuatu tetapi terkesan menyudutkan kaum wanita,..beughh langsung hujan mention pedas ke si bapak itu sampai akhirnya official akunnya di tutup,mungkin karena beliau ga tahan dengan kritikan dari user lainnya yang terkadang emang sangat kasar karena cenderung memaki. Adalagi salah satu Mentri di kabinet Indonesia bersatu jilid II yang ngetwit soal AIDS dan ODHA, maksudnya si bapak sih buat guyon tapi sama sekali ga lucu karena sudah mendeskreditkan pihak lain. Sama seperti si Motivator itu kata-katanya yang cenderung mendeskreditkan ODHA dengan mengatakan bahwa ODHA itu akibat kesalahan mereka yang melakukan freesex, terang saja ini mendapat hujan kritikan dan tak jarang makian dari para user yang lain,sampai akhirnya Pak Mentri itu minta maaf lewat akun nya tersebut. Kemudian ada lagi official akun stasiun TV berita nasional yang empunya salah satu saudagar negri ini yang ga tau sengaja atau keceplosan sampai ngetwitkami memang sedang fokus meliput bencana , mohon maaf kepada pemirsa yang terus memaki kami, silahkan pindah saluran hiburan atau lawak, akibat hal ini hujan kritikan pedas dari pemilik akun twitter lainnya pun berdatangan sampai akhirnya pada hari yang sama selang beberapa jam saja salah satu pemilik TV tersebut lewat akun pribadinya meminta maaf kepada seluruh komunitas twitter . Hal-hal di atas adalah sebagian kecil fenomena dimana orang-orang di socmed ini sungguh kritis terhadap hal-hal yang mendeskreditkan atau berbau kekonyolan seperti yang di lakukan admin official akun TV tersebut. Sampai ada temen yang bilang gini di twitter,banyak preman, kamu salah ngetwet, dikeroyok virtual. Gababak belur fisik emang, tapi hati (dan mental?) tersilet ( original tweet of  Sepatu Merah).

Tadi kan sudah ngomongin betapa kritisnya orang-orang di twitter, tapi soal kepedulian sosial orang-orang di socmed ini juga pantes di acungin jempol lho, solidaritas dan kepedulian sosial bener-bener top banget , seperti dalam solidaritas membantu korban bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu dalam waktu singkat berbagai bantuan dan kantung-kantung penyaluran bantuan muncul di socmed ini.

Semua topik di bahas di socmed ini mulai dari current issue yang berkembang di masyarakat misalnya prilaku anggota legislatif negri ini yang doyan plesiran saat negri sedang dirundung bencana alam, sampai sharing informasi social politik dan teknologi juga di bahas dan orang-orang yang menjadi narasumbernya rata-rata sudah di kenal publik sebagai praktisi , pengamat bahkan akademisi.

Socmed ini memang memberikan informasi aktual dan faktual ( cieee.. dah kaya’ iklan saluran TV berita aja 🙂  ). Kebebasan berpendapat dan mengutaran isi kepala pemilik akun sangat bebas dan tanpa batasan, hanya saja terkadang orang harus pinter memilih atau menyaring informasi yang kita terima dari socmed ini, karena terkadang issue yang berkembang adalah black campaign dari salah satu pihak untuk menjatuhkan pihak lain jika di cermati dengan seksama. Suara yang paling vokal dan di dukung ribuan orang kan belum tentu benar kalau tidak pinter menyaringnya maka terjebaklah kita dalam opini personal yang terkadang menyesatkan. Jadi….. intinya… bijaklah dalam memanfaatkan socmed dan berpendapatlah sesuai konteks dan cobalah untuk sedikit lebih santun…,karena namanya juga manusia kalo lagi kesel ya makian yang paling kasar pun bakal dikeluarin ,tapi ya gimana cara kita masing-masinglah buat meminimalisir pengunaan bahasa sarkas di ranah publik ( sok bijak banget aku ya’  😉  ).

Bicara soal twitter, socmed yang satu ini emang paling interaktif di banding facebook dan pendahulunya yang sudahbooming duluan. Twitter yang merupakan microbloging dan dibatasi 140 karakter di gunakan orang untuk berbagi informasi yang sangat update, bahkan beberapa perusahaan media memanfaatkan socmed ini untuk menginformasikan tentang hahl-hal yang teraktual, diantaranya : detik , kompas, metrotv ,dan masih banyak lagi. Beberapa perusahaan selain media juga memanfaatkan media ini untuk promosi perusahaan mereka seperti : total indonesie, exxon, dan masih banyak lagi.Di twitter semua orang bebas berbicara dan berpendapat sesuai apa yang ada dikepala mereka saat itu. Tapi jangan salah ngetwit lho karena sangking kritisnya orang-orang di socmed ini terkadang salah penulisan kata atau pemilihan kata langsung dapat kritik pedas atau bahasa lainnya “mention pedes” dari user lainnya atau bahkan jadi bulan-bulanan AKA “di bullying sekampung twitter” .

Dulu ada Motivator terkenal di indonesia yang ngetwit sesuatu tetapi terkesan menyudutkan kaum wanita,..beughh langsung hujan mention pedas ke si bapak itu sampai akhirnya official akunnya di tutup,mungkin karena beliau ga tahan dengan kritikan dari user lainnya yang terkadang emang sangat kasar karena cenderung memaki. Adalagi salah satu Mentri di kabinet Indonesia bersatu jilid II yang ngetwit soal AIDS dan ODHA, maksudnya si bapak sih buat guyon tapi sama sekali ga lucu karena sudah mendeskreditkan pihak lain. Sama seperti si Motivator itu kata-katanya yang cenderung mendeskreditkan ODHA dengan mengatakan bahwa ODHA itu akibat kesalahan mereka yang melakukan freesex, terang saja ini mendapat hujan kritikan dan tak jarang makian dari para user yang lain,sampai akhirnya Pak Mentri itu minta maaf lewat akun nya tersebut. Kemudian ada lagi official akun stasiun TV berita nasional yang empunya salah satu saudagar negri ini yang ga tau sengaja atau keceplosan sampai ngetwitkami memang sedang fokus meliput bencana , mohon maaf kepada pemirsa yang terus memaki kami, silahkan pindah saluran hiburan atau lawak, akibat hal ini hujan kritikan pedas dari pemilik akun twitter lainnya pun berdatangan sampai akhirnya pada hari yang sama selang beberapa jam saja salah satu pemilik TV tersebut lewat akun pribadinya meminta maaf kepada seluruh komunitas twitter . Hal-hal di atas adalah sebagian kecil fenomena dimana orang-orang di socmed ini sungguh kritis terhadap hal-hal yang mendeskreditkan atau berbau kekonyolan seperti yang di lakukan admin official akun TV tersebut. Sampai ada temen yang bilang gini di twitter,banyak preman, kamu salah ngetwet, dikeroyok virtual. Gababak belur fisik emang, tapi hati (dan mental?) tersilet ( original tweet of  Sepatu Merah).

Tadi kan sudah ngomongin betapa kritisnya orang-orang di twitter, tapi soal kepedulian sosial orang-orang di socmed ini juga pantes di acungin jempol lho, solidaritas dan kepedulian sosial bener-bener top banget , seperti dalam solidaritas membantu korban bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu dalam waktu singkat berbagai bantuan dan kantung-kantung penyaluran bantuan muncul di socmed ini.

Semua topik di bahas di socmed ini mulai dari current issue yang berkembang di masyarakat misalnya prilaku anggota legislatif negri ini yang doyan plesiran saat negri sedang dirundung bencana alam, sampai sharing informasi social politik dan teknologi juga di bahas dan orang-orang yang menjadi narasumbernya rata-rata sudah di kenal publik sebagai praktisi , pengamat bahkan akademisi.

Socmed ini memang memberikan informasi aktual dan faktual ( cieee.. dah kaya’ iklan saluran TV berita aja 🙂  ). Kebebasan berpendapat dan mengutaran isi kepala pemilik akun sangat bebas dan tanpa batasan, hanya saja terkadang orang harus pinter memilih atau menyaring informasi yang kita terima dari socmed ini, karena terkadang issue yang berkembang adalah black campaign dari salah satu pihak untuk menjatuhkan pihak lain jika di cermati dengan seksama. Suara yang paling vokal dan di dukung ribuan orang kan belum tentu benar kalau tidak pinter menyaringnya maka terjebaklah kita dalam opini personal yang terkadang menyesatkan. Jadi….. intinya… bijaklah dalam memanfaatkan socmed dan berpendapatlah sesuai konteks dan cobalah untuk sedikit lebih santun…,karena namanya juga manusia kalo lagi kesel ya makian yang paling kasar pun bakal dikeluarin ,tapi ya gimana cara kita masing-masinglah buat meminimalisir pengunaan bahasa sarkas di ranah publik ( sok bijak banget aku ya’  😉  ).

Advertisements
  1. Itulah kenapa aku lebih seneng ngetwit yang lucu-lucu ajaah.. Soalnya kalau yang serius kan udah banyak 😀

    • haaaiyah..di sambangin ama exs top 100 nasional ,matur nuhun sanget..*kasi magnum almond buat mba’ Jum* 😀 DD

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: